Jumat, 12 Agustus 2016

Fair Play Harga Mati Untuk Kicau Mania

Minggu
minggu ini mungkin sebagian Sahabat Kicau di berbagai wilayah Nusantara sedang di sibukan dengan berbagai urusan terkait persiapan lomba burung berkicau baik tingkat Regional maupun Nasional, sebagian bisa saja susah ketika menghadapi kenyataan biaya tiket pendaftaran ternyata tinggi, bisa juga ada yang terkejut karena ketika di gantang burungnya kerja tapi kurang di apresiasi oleh para team penilai, hal terakhir ini lah yang mungkin banyak di jumpai oleh para peserta lomba di mana pun, kontroversi tentang kinerja burung dan team penilai di sebuah event lomba sebenarnya sudah sering terjadi di berbagai event dan sering di anggap tidak fair, Tetapi inilah realita yang terjadi di dunia lomba burung seperti sekarang ini.
Bahkan yang lebih ekstrim, Rumor yang mengatakan bahwa, beberapa juri burung hanya memberi perhatian terhadap burung – burung milik bos tertentu, yang biasanya di tandai dengan stiker dan di tempel pada sangkar  atau pun jenis penanda lainnya seakan menjadi sebuah hal yang sangat tabu untuk di bahas.
Perlakuan khusus terhadap burung – burung bos seperti yang di gambarkan di atas sungguh tidak mencerminkan suatu keadilan, sangat kasihan jikalau terdapat burung milik pemain pingggiran yang justru tampil maksimal di tumbangkan hanya karena status sosial si pemiknya, padahal mereka sama dan mempunyai hak yang sama pula.
Eits, akan tetapi sebelum kita menganggap team penilaian maupun pihak panitia yang bekerja tidak fair atau dalam arti luas tidak memantau kinerja burung , ada baiknya terlebih dahulu, apakah diri kita sebagai peserta sudah fair, fair play bukan hanya berlaku bagi para team penilai maupun pihak panitia penyelenggara lomba, akan tetapi juga berlaku bagi diri kita sebagai peserta lomba.
Apakah kita sebagai pelomba sebelum menyatakan siap untuk mengikuti sebuah event sudah mengetahui tentang seluk – beluk sistem penjurian yang di terapkan serta berbagai peraturan yang terkait lomba tersebut, serta apakah ketika burung nampil tidak melihat kinerja burung – burung lawan ??
Sering pula kita jumpai fakta menarik di luar maupun di dalam lapangan, jelas – jelas di dalam brosur event lomba tertera jelas tulisan Fair Play dan Non teriak, akan tetapi begitu jalannya perlombaan penonton masih saja bersikap arogan dengan berteriak dan anehnya pihak panitia malah cenderung biasa – biasa saja
Ibarat 2 sisi mata uang yang saling berhubungan, antara peserta lomba dan semua pihak penyelenggara lomba sebaiknya mampu saling bersinergi agar kegiatan hobby burung yang mengasyikan ini bisa berjalan sebagai mana mestinya.
Catatan ini sengaja Kami tulis semata – mata hanya untuk mengingatkan sekaligus berupaya mengembalikan nilai – nilai keadilan dalam lomba burung berkicau, kita sering mendengar keluhan – keluhan para pemain seusai lomba, burung di gorenglah, juri tidak punya mata lah, juri sogok, atau lagi – lagi burung milik bos besar yang menang.
Satu muara jawaban, Fair Play menjadi harga mati bagi siapapun yang terlibat di dalam lomba burung, dan khususnya bagi para calon peserta lomba alangkah baiknya terlebih dahulu untuk memahami berbagai macam peraturan yang di sosialisasikan oleh pihak panitia, jangan hanya tergiur dengan janji – janji manis yang kebanyak terpajang di brosur pengumuman.
Jangan sampai hoby yang kita jalani sampai sekarang ini, yang notabenya mencari kesenangan serta menjalin berbagai relasi yang baik justru berubah menjadi rasa saling membenci, mari sama – sama jaga hobby kita hingga mampu di wariskan kepada anak cucu kelak, Salam Ronggolawe.

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90